Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tebu Manten Tandai Buka Guling PG Tjoekir Jombang, Optimistis Penuhi Target Produksi Gula

Achmad RW • Kamis, 30 Mei 2024 | 15:00 WIB
SEGERA DIGILING: Prosesi tebu manten menandai PG Tjoekir Jombang segera buka giling tebu milik petani.
SEGERA DIGILING: Prosesi tebu manten menandai PG Tjoekir Jombang segera buka giling tebu milik petani.

JombangBanget.id – PG Tjoekir di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang, menggelar tasyakuran buka giling 2024, Rabu (29/5) pagi.

Kegiatan ditandai dengan prosesi tebu manten.

Dengan segala persiapan dan SDM yang dimiliki, Pabrik Gula Tjoekir, Jombang, optimistis bisa memenuhi target produksi gula mencapai 301.000 ton.

Pantauan di lokasi, selain prosesi tebu manten yang sudah menjadi tradisi sejak dulu, kegiatan tasyakuran buka giling 2024 yang mengusung tema Berkembang Bersama Mitra juga diisi dengan kegiatan pameran bonsai dan kegiatan seru lainnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Pj Bupati Jombang Sugiat, General Manajer PG Tjoekir Aziz Purmali, Ketua KTNA Jatim Sumrambah, perwakilan asosiasi petani tebu berikut jajaran manajemen dan karyawan PG Tjoekir.

Prosesi tebu manten berjalan unik.

Sejumlah petani membawa sejumlah tebu manten yang sudah dihias dengan janur.

Selanjutnya diserahkan kepada General Manajer PG Tjoekir.

”Acara yang dilakukan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa sebentar lagi akan memasuki musim giling,” ungkapnya.

Aziz menerangkan, PG Tjoekir memiliki wilayah tanaman tebu seluas 5.500 hektare yang tersebar di Kabupaten Jombang.

Pada 2024 ini, pihaknya juga ditarget untuk bisa menyerap 432 ribu ton tebu.

Baca Juga: Tebu Manten Iringi Selamatan Buka Giling PG Djombang Baru, Tahun Ini Ditarget Produksi Gula Kristal Putih Segini

”Dengan target itu, kami ditarget untuk mendapatkan hasil bersih sekitar 301 ribu ton, dan ini terus kita upayakan,” lanjutnya.

Karena itu, pihaknya menyebut kerja sama yang baik antara pabrik gula dan petani tebu adalah kunci besar dari keberhasilan ini.

”Kami terus bekerja sama dengan rekan-rekan petani tebu juga untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” imbuhnya.

Sementara bagi para petani, musim giling kali ini memberikan harapan baru kepada para petani.

Pasalnya, harga gula di pasaran terhitung cukup tinggi.

Terlebih lagi dengan banyaknya petani yang turut andil dalam musim giling kali ini yaitu berjumlah sekitar 1.000 orang, membuat PG Tjoekir ini harus bisa memenuhi harapan para petani.

”Semoga di musim giling kali ini terdapat perubahan yang signifikan dan juga bisa menghasilkan gula yang manis, tidak hanya untuk konsumen tetapi juga untuk para petani,” ucap Subhan, salah satu perwakilan asosiasi petani tebu.

Ia berharap, bentuk kerja sama yang akan terus terbangun adalah kerja sama yang saling menguntungkan antara pabrik gula dan para petani tebu.

”Jika dari pihak pabrik menginginkan tebu yang memiliki kualitas baik dari para petani, maka kami sebagai petani pun menginginkan manajemen pabrik bersikap adil dalam pengukuran rendemen,” pungkasnya. (risma/riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Tebu Manten #gula #pabrik #Cukir #PG Tjoekir #produksi #buka #Jombang #Diwek #Giling