Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Begini Komitmen PLN Dukung Ketahanan Pangan di Jombang, Dewan Komisaris Tinjau Langsung Perkembangan Electrifying Agriculture

Anggi Fridianto • Rabu, 22 Mei 2024 | 16:10 WIB
DUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN: Dewan Komisaris PT PLN (Persero) Prof Mohamad Ikhsan bersama Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti meninjau pelanggan Electrifying Agricultur di Jombang.
DUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN: Dewan Komisaris PT PLN (Persero) Prof Mohamad Ikhsan bersama Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti meninjau pelanggan Electrifying Agricultur di Jombang.

JombangBanget.id – Dewan Komisaris PT PLN (Persero) Prof Mohamad Ikhsan bersama Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti meninjau sekaligus menyapa pelanggan Electrifying Agriculture ke UD Sumber Agung di Jalan Krembangan-Mejoyo Losari, Kecamaan Gudo, Kabupaten Jombang, Minggu (19/05).

Hadir pula General Manager PLN UID Jawa Timur Agus Kuswardoyo beserta jajarannya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi untuk memastikan kesiapan PLN yang berkomitmen dalam mendukung ketahanan pangan melalui program Electrifying Agriculture.

Pemilik UD Sumber Agung Nancy Tanumulyo menyampaikan UD Sumber Agung adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan.

Perusahaan ini pada awalnya berfokus pada penggilingan padi, namun berjalannya waktu, kegiatan produksi penggilingan padi terbatas karena mengikuti masa panen.

Kondisi ini membuat UD Sumber Agung melakukan pengembangan usaha dengan menjadi pelaku usaha penyosohan beras menggunakan teknologi modern pada 2006.

Bahan baku yang digunakan adalah beras pecah kulit, sehingga UD Sumber Agung dapat mempercepat proses produksi tanpa harus melakukan proses penjemuran gabah terlebih dahulu.

Padi yang telah dipanen dari sawah dioven, setelah kering dibuka lalu dikirim oleh pengepul ke UD Sumber Agung dan langsung dibersihkan menjadi beras, tanpa melewati proses gabah sehingga prosesnya lebih cepat.

”Kami beralih menggunakan listrik untuk industri pengolahan padi sejak tahun 2017 dengan daya 66 kVA terbukti menjadi lebih efisien. Dan kami sangat terbantu biaya operasionalnya lebih murah 40 persen – 50 persen dibanding sebelumnya, maintenance peralatan juga lebih mudah. Karena produksi semakin meningkat maka kami tambah daya pada Oktober 2022 menjadi 131 kVA,” Jelas Nancy.

Hal senada juga disampaikan Bambang Supeno, selaku Direktur Utama UD Sumber Agung.

Ia mengatakan, sejak menggunakan listrik, produksi meningkat 30 persen atau setara 48 ton per bulan.

Baca Juga: PLN UP3 Mojokerto Terjun ke Sekolah, Edukasi Siswa Soal Keselamatan Kelistrikan

Sehingga dapat menghemat biaya operasional sekitar 40 persen – 50 persen atau setara 6.420 – 8.335 liter per bulan.

”Jika dikonversikan dengan harga solar industri maka saving anggaran BBM sekitar Rp 99 – Rp 129 juta per bulan,” jelasnya.

Selain itu, manfaat lain beralih menggunakan listrik untuk pertanian adalah bebas dari polusi udara, polusi suara, dan bebas dari limbah solar.

Hal ini membuktikan bahwa program electrifying agriculture membuat kegiatan usaha dari pelaku bisnis menjadi lebih ramah lingkungan.

Dalam diskusi ringan yang berlangsung dengan pelanggan, Prof Mohamad Ikhsan memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pelaku bisnis yang memanfaatkan Electrifying Agriculture (EA).

Pihaknya juga menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam pengembangan proyek-proyek energi terbarukan guna mendukung keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Mojokerto Roberth Rumsaur mengatakan, tercatat hingga April 2024 terdapat 2.864 jumlah pelanggan yang memanfaatkan program Electrifying Agriculture dengan total daya tersambung 74,86 MVA di PLN UP3 Mojokerto.

”Pertumbuhan pelanggan Electrifying Agriculture akan terus bertambah, karena program ini semakin diminati para pelaku usaha agrikultur sebagai perubahan gaya hidup yang diterapkan oleh petani,” tandas Roberth. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#pengawas #Gudo #komisaris #Electrifying Agriculture #MOJOKERTO #dewan #up3 #Persero #Jombang #PLN