JombangBanget.id – Edukasi yang dilakukan PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Mojokerto kepada petani tentang electrifying agriculture berdampak signifikan.
Itu setelah komunitas petani Nganjuk makin banyak memanfaatkan listrik untuk pertanian.
Tren pertumbuhan tanaman mengalami peningkatan yang pesat.
Manajer PLN UP3 Mojokerto Roberth Rumsaur mengatakan, electrifying agriculture dapat menjadi pelopor penggerak bidang ekonomi.
Karena dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar dari sebelumnya.
Pertanian sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik.
”Electrifying agriculture merupakan program PLN dengan mengajak para petani untuk beralih ke alat-alat dan mesin pertanian berbasis listrik, sehingga lebih maju dan modern dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya operasional,” kata Roberth.
Untuk saat ini, lanjut dia, sudah banyak petani yang memanfaatkan listrik.
Mulai dari mengusir hama dan menekan ongkos pemeliharaan pertanian yang sebelumnya masih tradisional dalam mengusir hama.
”Selain itu, petani juga memanfaatkan listrik untuk sumur sawah dengan menggunakan pompa listrik untuk mengairi sawahnya,” imbuh dia.
Dikatakan, hingga saat ini jumlah pelanggan electrifying agriculture di Kabupaten Nganjuk sebanyak 2.494 pelanggan dengan daya total sebesar 8.685 kVA (Kilo volt ampere).
Menyadari banyaknya manfaat yang akan didapat para petani, diharapkan semakin banyak yang beralih menggunakan listrik untuk pertanian.
”Karena bisa lebih maju dan modern, sekaligus jadi salah satu cara menekan biaya operasional,” kata Roberth.
Sementara itu, Sumartono salah satu petani pengguna sumur sawah listrik dari Nganjuk mengungkapkan, banyaknya keuntungan yang didapat dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar minyak.
”Sejak menggunakan pompa listrik untuk sawah, selain bebas polusi, kami dapat menghemat biaya operasional pengairan sekitar 72 persen,” kata Sumartono.
Hal itu menurut Sumatono juga diikuti dengan produktivitas kian meningkat.
”Paling penting menguntungkan adalah masa panen jadi lebih cepat karena penyiraman yang teratur,” ujar Sumartono. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz