JombangBanget.id - Hobi tersalurkan, cuan berdatangan. Itulah yang dirasakan Fatqurohman.
Berkat keuletannya membudidayakan burung kenari, warga Dusun Tawangsari, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, itu mampu mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit.
Kicauan burung kenari terdengar sahut-menyahut dari puluhan sangkar di teras rumah Fatqurohman.
Sementara, pria berusia 52 tahun ini terlihat asyik memandikan kenari-kenari itu dengan alat semprot dan membersihkan kandang.
Sesekali bapak dua anak itu bersiul untuk memancing kenari-kenarinya agar terus berkicau.
”Sejak masih sekolah sudah suka dengan burung kenari karena suara kicauannya khas. Perawatannya juga terbilang mudah,” ujar Fatqurohman.
Fatqurohman bercerita, pada 2008 berkeinginan untuk membudidayakan burung kenari di rumah.
Ia kemudian membeli tiga burung kenari betina dan dua burung kenari jantan.
Sembari dirawat, dia rajin mencoba mengawinkan burung-burungnya.
”Kenari itu suka dengan tempat yang bersih, makanya, kebersihan kandang selalu saya perhatikan,’’ ungkapnya.
Faktor cuaca cukup berpengaruh. Pada saat musim penghujan seperti ini, hasilnya lumayan bagus.
Baca Juga: Heppiii Community Pasang Ratusan PJU di Jombang, Selama Ramadan Gelar Ngabuburit di Enam Tempat
Karena burung jenis F1 tidak mau bertelur.
”Kalau cuaca panas seperti kemarin itu yang cukup susah. Yang mau bertelur hanya kenari lokal saja,” katanya.
Menurutnya, hasil penjualan kenari sangat membantu perekonomian keluarganya.
Satu ekor burung kenari biasa terjual di kisaran harga Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu per ekor. Tergantung warna dan postur tubuh dan jenisnya.
”Yang paling mahal untuk jenis F1 ini. Harganya Rp 500 ribu,” pungkasnya. (yan/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz