Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Waduh, Stok Bawang Merah Melimpah, Harga Jual di Jombang Turun

Anggi Fridianto • Sabtu, 3 Februari 2024 | 14:00 WIB
DIJEMUR: Petani bawang merah di Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, saat menjemur di bawah terik, Jumat (2/2).
DIJEMUR: Petani bawang merah di Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, saat menjemur di bawah terik, Jumat (2/2).

JombangBanget.id – Harga jual bawang merah di pasaran turun.

Apalagi, dampak intensitas hujan cukup tinggi, membuat proses penjemuran semakin sulit dan membutuhkan waktu lama.

Akibatnya, petani menjadi lesu.

Seperti diakui Ponijo, 70, petani bawang merah asal Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang.

Saat bawang merah sudah bisa dijual, ternyata harganya sangat murah dan setiap hari cenderung turun.

”Ya sekarang turun harga. Mulai Rp 15.000 per-Kg, ada juga Rp 17.000 per kilogram, tergantung kualitas,’’ ujarnya, Jumat (2/2).

Sebelumnya, ia menyebut harga jual bawang merah masih di angka Rp 20.000 per kilogram.

“Sekarang turun hanya Rp 15.000 per kilogram,’’ tambah dia.

Secara pasti, Ponijo tak mengetahui dampak harga bawang merah yang turun tersebut.

Saat ini, di beberapa daerah memang sedang panen bawang merah sehingga stok cukup melimpah.

”Mungkin, stoknya banyak, jadinya harga turun,’’ jelas dia.

Baca Juga: Harga Beras di Jombang Melambung, Begini Harapan Pedagang ke Pemerintah

Selain galau karena harga turun, petani seperti dirinya juga bingung dengan intensitas hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.

Sebab, intensitas hujan yang tinggi membuat proses penjemuran butuh waktu cukup lama.

Pada hari normal, ia bisa menjemur dengan waktu dua hari.

Namun, saat musim hujan seperti sekarang ini dirinya membutuhkan waktu lebih lama hingga empat hari.

”Ya, kalau hujan juga kita harus tutup pakai terpal. Setiap pukul 11.00 kalau tidak hujan, dibolak-balik agar yang tumpukan bawah tidak membusuk,’’ terangnya.

Bawang merah yang ia jemur tidak semua hasil panen. Sebagian besar didatangkan dari Nganjuk.

”Kebanyakan di sini didatangkan dari Nganjuk, kemudian kita jemur dan setelah kering kita jual ke pengepul,’’ pungkas Ponijo. (ang/bin)

Editor : Ainul Hafidz
#Tinggar #bawang merah #Bandarkedungmulyo #Jombang #harga #turun #Petani