JombangBanget.id - Memasuki musim penghujan membuat sebagian petani buah ketir-ketir tanamannya menjadi rusak.
Hal ini juga dirasakan Sukarno petani buah Blimbing asal Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Jombang yang harus menjaga ekstra buahnya agar tidak terserang penyakit atau juga lalat buah.
Saat melintas area persawahan di Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Jombang ada salah satu yang menarik perhatian.
Pasalnya, ada satu petak sawah yang cukup luas yang menanam ratusan pohon blimbing.
Terlihat di dalam kebun tersebut sejumlah orang nampak sibuk memanen buah blimbing yang sudah berwarna kuning-kuning itu.
Buah yang besar-besar satu per satu dipetik dan dimasukkan ke dalam kresek yang sudah di bawanya.
Nampak seorang laki-laki berkaos merah nampak jeli melihat buah-buah blimbing ya sudah siap panen.
”Baru tahun 2017 saya mencoba budi daya buah blimbing ini. Alhamdullilah hasilnya juga memuaskan,” ungkapnya.
Dirinya dibantu tiga pegawainya memetik buah blimbing di ratusan pohon milik Sukarno.
”Awalnya ini sawah seluas sekitar 5.000 meter persegi. Saya dulunya nanam palawija tapi saya ganti blimbing,” bebernya.
Ia berganti lebih memilih menanam buah blimbing ini dikarenakan ia ingin sekali menanam akan tetapi panennya terus berulang-ulang.
Terlebih lagi, perawatan buah blimbing ini sangat mudah dan tidak membutuhkan pupuk yang terlalu banyak.
”Kalau palawija kan ongkos tanam juga tinggi jadi saya inisiatif untuk mengubah sawah saya menjadi kebun blimbing ini,” bebernya.
Usai memanen, dirinya membrongsong buah blimbing yang masih kecil di pohon agar buah bisa menjadi besar dan tidak terkena penyakit.
Terlebih lagi saat ini musim hujan. Saat ini dirinya membudidayakan dua jenis buah blimbing, yakni jenis bangkok merah dan F3.
Menurutnya buah jenis tersebut sangat diminati masyarakat karena rasa buah yang segar dan manis.
”Blimbing ini dalam satu tahun bisa dipanen selama 4 kali. Bisa juga panen setiap hari, tergantung kita mengatur cara tanamnya,” ungkapnya.
Dikatakannya, meski perawatan tidak sulit, tapi Sukarno harus tetap waspada terkena lalat buah.
”Ya kalau sudah terkena lalat buah ini sangat berpengaruh terhadap hasil panennya,” bebernya.
Diungkapkannya, dalam sekali panen dirinya bisa mendapat minimal 4 kuintal buah blimbing.
”Kalau hasil panen ini tidak menentu tergantung cuaca juga. Paling tidak 4 kuintal sekali panen,” bebernya.
Untuk harga jualnya sendiri, Sukarno menjual buahnya dibagi tiga macam tergantung besar ukuran buah blimbingnya.
”Grade A paling besar itu Rp 10 ribu per kg, grade b Rp 8 ribu, dan yang paling kecil grade c ini Rp 6 ribu per kg,” katanya.
Permintaan meningkat, itu pada saat musim Lebaran. Karena banyak warga yang mudik dan menjadikan buah blimbing ini oleh-oleh.
”Kalau tidak ya dipasarkan ke sekitar Jombang saja. Itu saja sudah habis,” katanya.
Dalam satu kali panen, Sukarno bisa berhasil meraup omzet hingga jutaan rupiah.
”Pendapatan bersih sekali panen bisa Rp 6-7 juta,” pungkas Sukarno. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz