JombangBanget.id – Harga beras di pasar terus mengalami peningkatan.
Di Pasar Pon Jombang misalnya, beras medium jenis ciherang tembus Rp 14.000 per kilogram.
Padahal sebelumnya dijual Rp 13.500 per kilogram.
Salah seorang penjual beras, Iwan Pujianto, 42, menyampaikan memang harga beras tak pernah turun.
Sebaliknya, dari waktu ke waktu harganya terus melambung.
Khususnya beras medium jenis ciherang. Mulanya dari Rp 13.500 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp 13.800 dan sekarang sudah tembus Rp 14.000 per kilogram.
”Baru empat hari ini naik, saya dapat dari pengepul sudah naik,’’ ujarnya saat ditemui wartawan Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (25/1).
Faktor kenaikan harga beras tersebut dikarenakan stok dari tingkat petani minim.
Saat ini, sebagian besar petani baru memulai masa tanam.
”Biasanya Januari dan Februari banyak yang panen. Tapi karena dampak kemarau panjang, akhirnya panen telat,’’ tambahnya.
Selain ciherang, beras jenis IR 64 juga mengalami kenaikan dari harga sebelumnya Rp 12.500 per kilogram, kini menjadi Rp 13.000 per kilogram.
Baca Juga: Harga Jual Tomat Merangkak Naik Bikin Petani di Desa Genukwatu Jombang Ceria
“Sedangkan untuk beras premium tetap. Sekarang harganya Rp 14.500 per Kg,’’ bebernya.
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang.
Beras medium yang awalnya Rp 12.600 per kilogram kini menjadi Rp 13.600 per kilogram.
Sedangkan harga beras premium yang sebelumnya Rp 13.600, saat ini sudah tembus Rp 16.800 per kilogram.
”Jadi memang ada kenaikan beras medium sebelumnya Rp 12.600 menjadi menjadi Rp 13.600, dan yang premium dari Rp 13.600 menjadi 14.600 per kilogram,’’ ujar Sugandi, 50, salah satu pedagang beras.
Menurutnya, kenaikan harga beras di pasaran berdampak terhadap omzet pendapatan setiap hari.
”Ya pasti mengalami penurunan kendati diprediksi ke depannya harga beras akan terus mengalami peningkatan. Kita berharap pemerintah segera menindaklanjuti untuk menstabilkan harga beras kembali,’’ pungkasnya. (ang/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz