Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Biaya Pakan Membengkak, Usai Harga Jagung Naik Bikin Peternak Ayam Petelur Jombang Pusing

Ainul Hafidz • Selasa, 16 Januari 2024 | 14:05 WIB
DIPANEN: Salah seorang pekerja tengah memanen telur milik peternak ayam petelur di Desa Wangkalkekpuh, Kecamatan Gudo, Sabtu (13/1).
DIPANEN: Salah seorang pekerja tengah memanen telur milik peternak ayam petelur di Desa Wangkalkekpuh, Kecamatan Gudo, Sabtu (13/1).

JombangBanget.id – Sejumlah peternak ayam petelur di Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, Jombang mengeluhkan harga pakan naik.

Di saat yang sama, peternak dihadapkan dengan tren harga jual telur yang beransur turun.

Saat ini harga telur di tingkat peternak di kisaran Rp 21.500 per kilogram.

Sugiyono salah satu peternak mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir harga pakan naik.

”Hampir 50 persen penggunaan pakan dari jagung, sementara harganya sekarang naik menjadi Rp 8.300 per kilogram,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dikatakan, sebelumnya harga pakan masih di kisaran Rp 4.000-Rp 5.000 per kilogram.

Kenaikan yang cukup signifikan membuat peternak kelimpungan. Sebab, pakan yang dipergunakan selain konsentrat dan bekatul, mayoritas dan paling banyak menggunakan jagung.

”Dalam sehari milik saya menghabiskan 2 kuintal pakan. Itu sudah campur masing-masing 100 kilogram jagung dan 70 kilogram konsentrat serta 30 kilogram bekatul,” imbuh dia seraya menyebut ayam miliknya sebanyak 1.800 ekor.

Menurut dia, kenaikan itu juga didukung dengan cenderung turunnya harga telur. Paling terasa saat awal tahun.

”Harga telur di tingkat peternak sekarang antara Rp 21.500-Rp 22.000 per kilogram,” ujar Sugiyono.

Karenanya, ia berharap pemerintah bisa menstabilkan harga pakan.

Baca Juga: Tahun Baru Makin Dekat, Harga Sayuran di Jombang Merangkak Naik

”Ini yang harus difikirkan pemerintah, bagaimana menyeimbangkan harga pakan dengan hasil produksi atau harga telur,” kata Sugiyono.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jombang Agus Susilo Sugioto mengatakan, bakal menindaklanjuti adanya keluhan para peternak itu.

”Sampai sekarang kami belum menerima keluhan atau pengaduan soal harga pakan, akan kami tindaklanjuti ke lapangan, biar teman-teman PPL yang akan ngecek,” kata Agus.

Meski demikian, diakui peternak ayam petelur selain menggunakan konsentrat juga jagung.

”Umeknya di Jawa Timur memang begitu, harga jagung sejak 2023 itu naik, sedangkan itu dibutuhkan peternak,” imbuh dia.

Tidak hanya di Jombang, peternak di daerah lain juga merasakan hal yang sama.

”Karena begini, harga jagung se-Indonesia tahun lalu dari petani itu naik,” kata Agus. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#jagung #peternak #Jombang #Ayam petelur #naik #harga pakan